jump to navigation

Pasar Wadai Ramadhan Maret 8, 2009

Posted by planktongirl in Seputar Kalsel.
trackback

images6

Bunyi tabuhan beduk sebagai tanda saat nya berbuka puasa bagi umat muslim masih sekitar 2 jam lagi, namun di sepanjang tepi sungai Martapura tepatnya di kawasan jalan Jendral Sudirman hingga depan kantor Bappeda Kalsel, sudah padat dengan pengunjung. Ternyata di kawasan itu terdapat sebuah pasar yang lebih di kenal dengan “Pasar Wadai” . Tak kurang dari seribu warga memadati lokasi tersebut, umumnya tujuan mereka jalan – jalan sambil membeli makanan untuk berbuka puasa. Bagi masyarakat Banjar, tak lengkap rasanya jika tak mengunjungi pasar wadai, karena pasar itu hanya di adakan setahun sekali selama bulan Ramadhan.

Di pasar wadai ini banyak dijual beraneka macam makanan dan minuman khas Kalsel. Ada 41 satu macam kue tradisional yang dijual, belasan diantaranya merupakan kue yang hampir punah, seperti kelalapon, kakicak, sasagon, cucur, wajik, cangkaruk, bubur habang bubur putih, bingka kentang, putri selat, lapis india, dan bingka barandam. Selain menjual kue, aneka masakan pun bisa ditemui di pasar ini seperti, iwak pais, iwak masak habang, pais seluang, gangan waluh, gangan humbut, dan itik panggang. Makanan tradisional itu lah yang menjadi daya pikat setiap pengunjung lokal maupun luar daerah terutama penikmat makanan atau para wisata kuliner untuk datang ke pasar kebanggaan urang banua ini.

Selain sebagai ajang ngabuburit, pasar wadai ini juga telah menjadi pesta budaya masyarakat Kalsel, karena banyak kue yang hampir punah lantaran jarang di temui di hari biasa dan bisa di temukan pada saat pergelaran Pasar wadai Ramadhan. Pasar Wadai Ramadhan juga tidak hanya diminati oleh kaum muslimin saja, tetapi juga oleh warga non muslim serta wisatawan lokal dan mancanegara. Apalagi pasar wadai ini juga sudah menjadi event tahunan, maka kiprahnya di dunia pariwisata merupakan kontribusi yang besar khususnya dalam menyambut Visit South Kalimantan 2009.
Pasar Wadai Ramadhan selain untuk wahana peningkatan nilai budaya dan pengembangan seni, juga mampu menyerap lapangan kerja. Ratusan para pedagang resmi maupun tidak resmi berjualan di pasar ini. Pedagang resmi menempati tenda yang sudah disediakan panitia, yaitu tenda berwarna biru yang tersusun rapi di pinggiran sungai Martapura sedangkan pedagang yang tidak resmi memajang dagangannya di pinggir trotoar.

Kita sebagai warga Banjarmasin harus bangga dengan kehadiran pasar wadai setiap bulan Ramadhan, sebab sejumlah pengunjung dari luar daerah mengaku kagum dengan pasar wadai , ini di karenakan makanan yang di jual bervariasi dan mengutamakan makanan tradisional. Tak hanya itu, karena Kalsel juga merupakan daerah satu – satunya di Indonesia yang memiliki Pasar Wadai Ramadhan. Bagi warga menunggu saat berbuka puasa tak terasa jika sudah berada di pasar wadai. Maka bagi warga yang belum pernah berkunjung sangat rugi besar karena harus di lewatkan berlalu begitu saja.

Sumber : www. kompas.com

Komentar»

1. lembahbaliem - Maret 9, 2009

ada sumbernya kah,
salam kenal ya
wawan

2. Kyaiblog - Maret 9, 2009

Umpat bakomentar jua nah,
Kalo bakesah wadai apalagi bln puasa, wah… macam-macam wadai timbulan khas banjar, ngiler tu pang, ya lah??????

3. Kyaiblog - Maret 9, 2009

Maaf kalo kurng pas commentnya maklum masih pemula nah…heheheh.

4. khafi - Maret 10, 2009

salam kenal .. tukeran link boleh gk ??
😀

5. planktongirl - Maret 10, 2009

@ Lembahbaliem : di pojok bawah ada noh sumber nya.

@ Kyai Blog : bujur banar..masuk gerbang nya az aromanya dah k’cium. sama az..yatie juga pemula.

@Khafi : salam kenal juga.

6. Kyaiblog - Maret 10, 2009

Hallow yati, terimakasih telah membalas kunjungan sy, Saran nih dari kita supaya dipasang shoutmixnya ya… biar enak cuap2 hehehe…

7. udin gambut - Maret 10, 2009

wadai hampir punah? wah baru denger tuh

8. alveean - Maret 11, 2009

jadi ingat bulan ramadhan…🙂

salam kenal…

9. gwgw - Maret 11, 2009

salam kenyal aja duyu ya….
mo ninggalin prasasti disini…:-)
boleh kan mbak plankton…..**aneh**

10. planktongirl - Maret 11, 2009

@ Kyai BLog : Hmm..saranx bisa d’terima…

@ Udin : Ngga cuma binatanG or tMbuHan az yg bisa PunaH kaLe..

@ He..He..Salam keNaL juJa..

@ gwgw : aPaH..mba PlaNkton..Yuu..Lam kenaL juJa..

11. Andri Journal - Maret 11, 2009

Di Kapuas juga ada lho yang jualan wadai pas menjelang buka puasa. Yang jualan biasanya ibu-ibu Banjar. Wadai umumnya berasa manis ya…kayak cewek2 Banjar…hehehe…Amparan tatak ama Bingka barandam sepertinya patut untuk dicoba.🙂 Pokoke nyaman banarrr…

Aku posting juga di sini:
http://eharmayaku.blogspot.com/2008/09/ramadhan-di-kapuas.html

12. anas - Maret 11, 2009

jd gak sabar menunggu bulan puasa.
temen saya dr jakarta pun berniat melancong ke Kalsel bulan puasa nanti.aset wisata yg sangat potensial.

13. w4onecom - Maret 12, 2009

kangen bulan puasa..

makanan dimana serba enak..

pa lagi di sekitar kampus UGM…

huaaa,,

nyammiiiee…

14. planktongirl - Maret 12, 2009

@ AndRi joUrnaL : yeps,,biasax menu buka puasa tch rus yg manis2, s’manis ky yg punya blog ini ho…ho…

@ AnaS : Wah..b’rarti pasai wadai ini udah trkenal sampe ke ibu kota donk!!

@ w4onecom : mknan yg ngga enak az, pas bulan puasa jadi enak loH,,namanya juga bulan penuh berkah…

15. Ayah - Maret 16, 2009

Nang nyaman wadai Bingka lah….
Hari yang indah selalu buat planktongirl…..
salam hangat selalu dari Ayah

16. planktongirl - Maret 16, 2009

@ ayah ; iyach, kue bingka palagi bingka kentang hmmm …
kembali salam buat ayah!!

17. Galuh - Juli 20, 2009

Salam kenal hagan dingsanak sabarataan..
Wadai banjar tu memang ta kanal nyaman” pang. Tp d wadah ulun bagana ni kadada pang kayax nang manjual wadai banjar, adanya bugalu (bubur sagu +sayur wan iwak) maklum ulun d palopo city.
Uu dingsanak..,Tolong pang ulun bariakan resep bingka barandamx jar?
Tarima kasih banyak jar..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: